contact@KingsterKids.edu +1-3435-2356-222

Ketika Filsafat Bicara Poligami: Gagasan Iskandar Arnel, MA, Ph.D Pada Forum PSGA UIN Suska Riau

(Pekanbaru, 12 November 2025) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyelenggarakan kegiatan ilmiah rutin bertajuk Monthly Discussion Series 1 dengan menghadirkan 4 pemateri dari berbagai disiplin keilmuan. Pada kesempatan kali ini, Iskandar Arnel, MA, Ph.D dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin hadir sebagai pemateri pertama. Beliau membawakan tema yang sangat menarik dengan judul “Poligami Logika Terbalik : Alat Untuk Intervensi Kualitas Poligami Eksisten”.

Diskusi yang dilaksanakan di ruang rapat LPPM UIN Suska Riau berlangsung interaktif dan penuh nuansa intelektual. Peserta terdiri atas dosen serta pemerhati isu gender dan keislaman dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Suska Riau. Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan pandangan keilmuan antara studi gender, filsafat, dan teologi Islam dalam membahas isu yang sering kali menimbulkan perdebatan sosial dan moral di masyarakat.

Dalam paparannya, Iskandar Arnel menyoroti fenomena poligami dari perspektif logika kritis dan etika keislaman. Ia mengemukakan bahwa poligami tidak semestinya dipahami secara sempit sebagai praktik berbasis keinginan atau legitimasi hukum semata, tetapi perlu diletakkan dalam kerangka moral, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

Logika terbalik yang saya maksud bukan untuk menentang ajaran, melainkan untuk membalik cara pandang yang keliru terhadap poligami. Kita perlu mengintervensi kualitasnya, bukan hanya membenarkan keberadaannya,” ujar beliau dalam penyampaian materinya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa dalam filsafat Islam, setiap tindakan manusia harus berorientasi pada hikmah (kebijaksanaan) dan maslahah (kemaslahatan). Poligami, menurutnya harus ditimbang dengan prinsip keadilan, keseimbangan emosional, serta kesadaran spiritual yang mendalam. Keadilan yang dimaksud bukan hanya sebatas keadilan secara emosional melainkan keadilan yang terukur. Pendekatan filosofis ini membuka ruang bagi peserta untuk melihat poligami tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi nilai dan kesadaran moral.

Suasana diskusi menjadi semakin menarik ketika para peserta mengajukan beragam pertanyaan kritis, mulai dari aspek sosiologis hingga tafsir keagamaan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Iskandar Arnel menjembatani perspektif rasional dan religius secara harmonis. Banyak peserta menilai bahwa paparan beliau memberikan sudut pandang baru terhadap isu poligami yang selama ini kerap dipandang secara hitam putih.

Kepala PSGA UIN Suska Riau dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam yang senantiasa memperkaya wacana akademik kampus.

Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Iskandar Arnel. Beliau menghadirkan cara pandang filosofis yang segar dan kritis dalam memahami persoalan keagamaan kontemporer, khususnya terkait relasi gender dalam Islam,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam dalam memperkuat tradisi ilmiah dan dialog lintas disiplin di UIN Suska Riau. Melalui pemikiran-pemikiran reflektif dan argumentatif, prodi ini terus berperan aktif dalam mengembangkan khazanah keilmuan Islam yang moderat, rasional, dan berkeadilan gender (Annisa Darma Yanti)

 

Leave a Reply