contact@KingsterKids.edu +1-3435-2356-222

Drs. Iskandar Arnel, M.A., Ph.D Sampaikan Orasi Ilmiah tentang Hakikat ‘Bersatu dengan Tuhan’ pada Wisuda UIN Suska Riau

Pekanbaru, 2 Desember 2025, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor yang bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Salah satu rangkaian penting dalam acara ini adalah penyampaian Orasi Ilmiah yang dibawakan oleh Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Drs. H. Iskandar Arnel, M.A., Ph.D.

Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan orasi berjudul: ‘Bersatu dengan Tuhan’ sebagai Perwujudan Tertinggi Akhlak Tasawuf

Dalam pemaparannya, Iskandar Arnel menegaskan bahwa konsep “bersatu dengan Tuhan” dalam tasawuf sering kali disalahpahami sebagai penyatuan secara fisik maupun ruhani antara seorang sufi dengan Allah SWT. Padahal, menurutnya, yang dimaksud dengan ungkapan tersebut adalah puncak etika dan akhlak seorang hamba dalam proses penyucian jiwa, bukan persatuan hakiki antara makhluk dengan sang khaliq.

‘Bersatu dengan Tuhan’ adalah perwujudan tertinggi akhlak dalam tasawuf, dan bukan bersatunya jiwa dan raga sufi dengan Allah Ta‘ala,” tegasnya.

Beliau menjelaskan bahwa tasawuf pada hakikatnya merupakan jalan rohaniah yang membawa seorang hamba mendekat kepada Allah SWT melalui proses fana (meleburkan ego diri) dan baqa (bertahan dalam sifat-sifat terpuji Allah). Dengan demikian, kesatuan yang dimaksud adalah keselarasan akhlak manusia dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Terpuji (Mahmudah).

Lebih lanjut, Iskandar Arnel menekankan bahwa puncak perjalanan spiritual dan intelektual seorang Muslim terletak pada kemampuannya memancarkan akhlak yang mulia.

Buah ilmu adalah akhlak, dan memperoleh gelar akademik hanya tanda Anda telah menamatkan pendidikan, bukan tanda Anda seorang berilmu,” ujarnya di hadapan para wisudawan.

Beliau mengingatkan bahwa pencapaian akademik bukanlah akhir dari proses pengetahuan, melainkan awal dari tanggung jawab moral seorang intelektual Muslim. Tanpa akhlak, ilmu kehilangan ruhnya.

Dalam bagian akhir orasi, Iskandar Arnel mengajak seluruh wisudawan untuk terus menapaki jalan kesucian akhlak dengan selalu menanamkan prinsip takhallaqu bi akhlaqillah (berakhlaklah dengan akhlak Allah), di manapun dan kapanpun kalian berada.

Berakhlaklah, maka Anda tidak hanya menjadi orang berilmu, melainkan juga umat Nabi Muhammad SAW yang memancarkan cahaya dan sifat Allah Yang Maha Suci lagi Terpuji” tutupnya.

Orasi ilmiah ini memberikan pesan mendalam bagi para lulusan bahwa keunggulan intelektual harus senantiasa diiringi keunggulan moral. Wisuda bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan jati diri sebagai insan berilmu yang memancarkan cahaya akhlak mulia.

 

Leave a Reply