
JAKARTA – Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) telah sukses menyelenggarakan Pertemuan Tahunan dan Konferensi Internasional ASAFI tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 27 November hingga Sabtu, 29 November 2025, bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra, Jakarta Selatan. Perhelatan bergengsi ini dihadiri oleh para delegasi dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) se-Indonesia dan menampilkan tokoh-tokoh penting, termasuk Prof. Amsal Bahtiar selaku Dewan Penasehat ASAFI, dan Prof. Dr. Hossein Mottaghi, Direktur Al-Mustafa International University Perwakilan Indonesia, sebagai pembicara utama.
Setelah melalui serangkaian diskusi, masukan, dan penetapan bersama, Pertemuan Tahunan ASAFI yang digelar pada malam hari Kamis dan Jumat (27 dan 28 November 2025) menghasilkan beberapa rumusan strategis. Salah satu keputusan fundamental adalah rekomendasi satu profil lulusan yang memayungi semua prodi AFI, yaitu sebagai “Akademisi”. Deskriptor lulusan ini adalah pendidik atau pengajar di bidang keilmuan yang menjadi core studi pada masing-masing prodi AFI.
Di bidang kolaborasi, asosiasi berkomitmen untuk mengintensifkan kegiatan akademik seperti forum dosen, kuliah umum, dan visiting lecturer antarprodi AFI. Komitmen ini juga meluas pada intensifikasi kolaborasi kepenulisan dan kepengelolaan jurnal ilmiah, dengan fokus meningkatkan grade jurnal dan menerbitkan jurnal untuk mahasiswa. Untuk mencapai tujuan ini, ASAFI akan memulai langkah peningkatan grade dengan fokus pada jurnal non-SINTA dan SINTA 6, seperti yang berasal dari Palembang, Gorontalo, Imam Bonjol, dan Jakarta. Selain itu, ASAFI akan menjajaki kemungkinan untuk mengeluarkan sertifikat profesi/keahlian bagi para dosen anggotanya.
Program kerja lain yang disepakati adalah penyelenggaraan Webinar Nasional/Internasional berupa konsorsium bulanan yang direncanakan berlangsung sejak Januari hingga Juli 2026 (tidak termasuk Februari atau bulan Ramadhan). Selain itu, akan diadakan Kelas menulis artikel jurnal berbasis riset dan jurnal hasil PKM untuk mahasiswa di Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya, yang akan berlangsung selama dua bulan di antara periode Januari sampai Juli 2026. ASAFI juga telah menjalin kerja sama luar negeri dengan asosiasi internasional, yang dapat dimanfaatkan anggota untuk kegiatan PPL, KKN, studi banding, atau membantu dosen yang ingin menempuh postdoc.
Program Studi AFI Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau menunjukkan partisipasi yang sangat aktif dalam acara tersebut. Delegasi yang diutus terdiri dari Drs. Iskandar Arnel, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga), Drs. Saifullah, M.Us., dan Dr. Irwandra, M.Ag. (Kepala Pusat Studi Integrasi Sains dan Islam). Mereka tidak hanya memberikan pandangan konstruktif dalam Pertemuan Tahunan—termasuk saran perlunya kolaborasi visiting lecturers antarprodi AFI dan membangun jaringan ASAFI untuk level mahasiswa AFI se-Indonesia—tetapi juga tampil dalam Konferensi Internasional pada hari Jumat (28 November 2025). Ketiganya menyampaikan presentasi berjudul “Agen Eko-Spiritual dalam Pemikiran Islam: Integrasi Metafisika Klasik Untuk Etika Lingkungan”.
Presentasi yang dibuka oleh Drs. Saifullah, M.Us. dan dilanjutkan oleh Drs. Iskandar Arnel, M.A., Ph.D sebagai pemateri inti ini, memberikan diagnosis filosofis bahwa krisis ekologis bukan sekadar persoalan teknokratis, tetapi merupakan cerminan dari Krisis Ontologis yang ditandai dengan Ruptur Ontologis—putusnya ikatan realitas manusia modern dari prinsip waḥdat al-wujūd sehingga melihat alam sebagai objek eksploitasi. Solusi yang ditawarkan adalah Reformulasi Etika melalui Eco-Spiritual Agency. Untuk mendukung hal ini, presentasi mengintegrasikan tiga pilar Metafisika Islam klasik: Kesatuan Eksistensi (Ibn ‘Arabī), yang menegaskan bahwa alam adalah manifestasi (tajalli) Ilāhī; Dinamika Eksistensial (Mullā Şadrā), yang melihat kosmos bergerak substansial menuju kesempurnaan dan menganggap kerusakan sebagai hambatan ontologis; serta Kosmologi Iluminasionis (Suhrāwardī), yang menekankan etika lingkungan berakar pada kesadaran kontemplatif (musyāhadah) atas keterhubungan cahaya Ilāhī dalam segala sesuatu. Sesi presentasi delegasi UIN Suska Riau ini kemudian ditutup oleh Bapak Irwandra dengan pembacaan Gurindam 12 pasal pertama karya Raja Ali Haji.
Seluruh rumusan ini ditetapkan sebagai acuan resmi Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) untuk program kerja dan kerja sama hingga pertemuan berikutnya. Dokumen resmi pertemuan ditandatangani oleh Ketua ASAFI, Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag., dan Sekretaris, Dr. Tien Rohmatin, MA, di Jakarta pada hari Sabtu, 29 November 2025. (Alex)


