contact@KingsterKids.edu +1-3435-2356-222

Sejarah

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) adalah salah satu prodi yang terdapat pada Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau. UIN Sultan Syarif Kasim Riau berdiri pada  tanggal 9 September 1970 sebagai kelanjutan dari Fakultas Ushuluddin Annur yang berubah statusnya menjadi ‘negeri”. Pada tahun 1982, ada 2 Jurusan di Fakultas Ushuluddin, yaitu  (1) Jurusan Dakwah  dan (2) Jurusan Aqidah Filsafat. Prodi AFI berdiri berdasarkan SK Rektor IAIN SUSQA Nomor: IN/13/R/194/1982 tanggal 15 Desember 1982. Pada mulanya, prodi ini bernama Prodi Aqidah Filsafat (AF), namun sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3389 Tahun 2013 tentang Penamaan Perguruan Tinggi Agama Islam pada Perguruan Tinggi Agama Islam tanggal 3 Desember 2013 berubah nomenklatur menjadi Jurusan Ilmu Aqidah. Beberapa tahun kemudian, jurusan Ilmu Aqidah kembali terjadi perubahan nomenklatur menjadi Prodi Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam (sampai sekarang) berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6943 Tahun 2016 tentang Perubahan dan Penyesuaian Nomenklatur Program Studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI) tanggal 7 Desember 2016.

Prodi AFI merupakan prodi yang sangat penting dan erat kaitannya dengan doktrin teologi Aqidah Islam, karena Aqidah merupakan dasar dari doktrin keimanan Islam. Penanaman nilai-nilai dasar aqidah islamiah, penginternalisasiannya dan pengimplementasiannya di tengah masyarakat merupakan ajaran utama Islam yang termaktub dalam sebagian besar Al-Qur’an dan Hadis Nabi Saw. Aqidah secara internal dicerna dengan iman (hati), namun secara eksternal, aqidah membutuhkan nalar rasio (akal), sehingga (ber-)filsafat –secara epistemologis- merupakan sebuah cara untuk memahami dan membumikan nilai-nilai aqidah dalam hidup dan kehidupan. Sejarah peradaban Islam menunjukkan, betapa filsafat (khususnya Filsafat Islam) pada masa klasik, menjadi sarana untuk memahami menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai aqidah islamiyah. Berdasarkan pemikiran tersebut dirasakan betapa pentingnya Prodi Aqidah dan Filsafat Islam di tengah-tengah masyarakat.