
Pekanbaru – Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka penajaman Visi dan Misi periode 2025–2029, baik di tingkat fakultas maupun program studi (prodi), pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas ini merupakan langkah strategis dalam merumuskan arah masa depan lembaga pendidikan yang lebih adaptif dan kompetitif untuk lima tahun ke depan.
Acara dibuka dengan diskusi panel yang membahas draf Visi dan Misi Fakultas Ushuluddin periode 2025–2029 secara komprehensif. Sesi ini memetakan target besar fakultas dalam mencapai keunggulan akademik, yang kemudian menjadi fondasi utama bagi pengembangan unit di bawahnya.
Setelah sesi panel usai, agenda dilanjutkan dengan diskusi paralel di masing-masing program studi. Pada sesi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), suasana diskusi berlangsung dinamis dan partisipatif. Pertemuan ini menghadirkan berbagai elemen penting, mulai dari dosen AFI, alumni, stakeholder, hingga perwakilan mahasiswa.
Dari unsur dosen, hadir Prof. Dr. H. Kasmuri, M.A., Prof. Dr. Wilaela, M.Ag., Dr. Rina Rehayati selaku Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Khairiah, M.Ag. sebagai Ketua Program Studi AFI, serta Muhammad Fajri, M.Ag. Sementara dari kalangan stakeholder turut hadir Ma’mun Solihin, S.Ag. Adapun dari unsur alumni dihadiri Abdul Hamid, S.Ag., Devina Novela, S.Ag., dan Nenshi Manggar Ningrum, S.Ag. Keterlibatan mahasiswa juga tampak melalui kehadiran Andika Satria dan Al-Fikri.
Ketua Program Studi AFI, Dr. Khairiah, M.Ag., memaparkan secara detail rancangan Visi dan Misi Prodi AFI periode 2025–2029. Dalam pemaparannya, beliau menekankan penguatan identitas keilmuan yang relevan dengan tantangan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat.
Pemaparan tersebut mendapat respons positif dan memicu diskusi yang hidup. Para alumni dan stakeholder memberikan berbagai masukan konstruktif demi kemajuan Prodi AFI. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, peningkatan kompetensi lulusan, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh elemen. Masukan konstruktif yang kami terima hari ini sangat berharga untuk menyempurnakan visi dan misi 2025–2029, guna memastikan Prodi AFI terus melaju sebagai pusat studi yang unggul dan berkontribusi nyata,” ujar Dr. Khairiah di sela-sela diskusi.
Melalui FGD ini, diharapkan rumusan visi dan misi yang dihasilkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga implementatif, serta mampu menjadi arah kebijakan yang jelas dalam pengembangan Fakultas Ushuluddin dan Program Studi AFI untuk lima tahun mendatang.


